Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Saat kudengar tangis pertama putra tercintaku

Gambar
Oleh:Sujono said Hari itu, jumat tanggal 3 mei 2024, tepat jam 6 pagi proses kelahiran sang bayi mulai dilakukan, setelah mama mertua melihat kondisi bahwa sang bayi sudah siap keluar, iapun mulai memanggil bidan untuk memastikan temuannya. Setelah temuan mama jelas, bidan memerintahkan kepada perawat untuk menyiapkan peralatan persalinan, pun juga mama diminta untuk menyiapkan perlengkapan bayi. Akhirnya, proses tersebut dimulai. Saat itu, sang isteri diminta menarik nafas sambil berkuat, namun dengan izin Allah hanya dengan 3kali berkuat dan bidan memintanya untuk mencukupkan berkuat. Setelah beberapa detik berselang, tepatnya jam 6 lewat 38 menit tangis pertama putra pertama penulis terdengar dengan kencangnya. Saat sang isteri melaksanakan proses kelahiran, penulis berada di balik tirai tempat tidur dimana sang isteri dibaringkan dan menjalani proses persalinan hari itu. Sedangkan saat proses persalinan, sang isteri hanya didampingi oleh mama dan dibantu oleh beberapa orang bidan...

Jelang kelahiran putra pertamaku

Gambar
Oleh:Sujono said Sore itu, tepatnya pada hari Selasa tanggal 30 april 2024, penulis beserta isteri meninggalkan rumah kos di Jalan Ruruhi kelurahan Anggoeya menuju Rumah sakit Hati mulia yang beralamit di Lepo-lepo kendari. Ketika penulis berangkat, matahari masih menampakkan sinarnya yang begitu cerah di langit kota Kendari. Namun, setibanya di Rumah sakit Hati mulia sinar mentaripun mulai memerah pertanda ia akan mengucapkan selamat tinggal dan digantikan oleh rembulan malam. Maksud penulis bertandang ke Rumah sakit Hati mulia sebenarnya adalah memeriksakan kandungan sang isteri sekaligus melakukan USG, lantaran di Rumah sakit Hati mulia ada seorang dokter kandungan yang direkomendasikan oleh salah satu kawan tunanetra. Sesampai di sana, kami melakukan pengambilan nomor di loket. Setelah itu, oleh petugas loket mengantarkan kami di ruang tunggu poli kandungan. Di tengah penantian kami, ternyata sore jelang malam itu kota Kendari diguyur hujan deras. Sesampai di poli kandungan, sang...

Ketika berada di fase itu

Gambar
Oleh:Sujono said Setelah kurang lebih 2 bulan perkawinan penulis dengan isteri tercinta, tepatnya pada tanggal 28 september 2023 isteri penulis mengalami ngidam berat sebagai pertanda bahwa ia telah mengandung calon bayi yang telah Allah titipkan untuk kami. Saat itu, baik penulis maupun isteri merasakan hal yang sama, yaitu perasaan bersyukur lantaran selang 2bulan usia pernikahan kami Allah telah titipkan calon bayi di rahim sang isteri. Padahal, sebelumnya penulis pernah bilang begini pas sebulan pasca perkawinan. “Semoga, janganmi hamil duludech” ujar penulis kepada sang isteri. Mendengar hal tersebut, sang isteri bilang begini “Kalau saya hamil bagaimana kak?”. “Kalau kamu hamil, berarti al-hamdulillah. Karena, rezeki setiap manusia sudah diatur oleh tuhan” ujar penulis. Maksud penulis berujar demikian sebagaimana diatas, lantaran kami baru menata perekonomian kami setelah menikah. Mengapa? Lantaran sebelum menikah, keuangan diatur masing-masing, secara k...