Sempat dikira non muslim
Oleh:Sujono said Pagi itu, kondisi kota Makassar sangat cerah. Punjuga dengan penulis, sangat prepare untuk menjalani agenda percintaan eh salah agenda perkuliahan di kampus 1 universitas Indonesia timur tepatnya di fakultas hukum. Tapi, pagi itu ada hal yang merusak mut penulis. Wah, apaantu?. Ceritanya begini, pagi itu penulis tiba di Kampus melewati kantin terus melewati kampus 1 tepatnya jejeran 4 ruang kuliah fakultas hukum menuju loby kampus. Tetiba, lewat seorang perempuan yang ternyata berdasar sisa penglihatan penulis yang tinggal 5 wat adalah seorang pengguna cadar. Saat sigadis bercadar ini lewat, ia berujar “Selamat pagi kak”. Yang ternyata, ucapan itu ditujukan pada penulis. Dengan ramah, penulis hanya berujar selamat pagi kembali dek. Walau terlihat ramah, sesungguhnya hati ini amatlah marah. Karena, diperlakukan layaknya seorang non muslim. Akhirnya, setelah mata kuliah jam pertama usai, waktu dzuhurpun tiba. Penulis menunaikan shalat berjamaah di mushallah kampus 1....