Postingan

Karier dan nilai-nilai islami

Gambar
Oleh:Sujono said Ketika penulis sudah terangkat sebagai guru kurang lebih 12 tahun lalu, hal itu tidak membuat penulis lalai dalam melaksanakan perintah Allah. Terlebih, penulis menganggap hal tersebut sebagai anugerah darinya. Hanya memang, penulis melakukan shalat berjamaah di masjid pada waktu magrib dan isya saja di masjid salsabil mangga 3. Tapi, kalau penulis kecapean dari mengajar shalatnya di rumah dong. Karena, terkadang penulis berada di tempat mengajar sampai sore. Karena, kadang ada kegiatan tambahan. Terkadang pula, ada hal lain. Tapi, kadang juga penulis pulang ke rumah pada siang hari. Tapi, alhamdulillah. Karena, di tempat mengajar penulis ada asrama jadi terkadang tidur siang dulu baru pulang ke rumah. Ibadah pun, alhamdulillah tidak terabaikan. Bahkan, ketika penulis shalat berjamaah di masjid. Penulis rasanya sama dengan jamaah lainnya. Nanti di sekolah, baru penulis merasa sebagai guru. Jadi, yang mengenal penulis sebagai guru hanya tetangga dekat saja. Kecuali,...

Mimpi jadi penulis, sosiolog, dan motifator eh jatunya jadi guru

Gambar
Oleh:Sujono said Setiap orang, tentu punya cita-cita dan boleh bercita-cita setinggi apapun itu. Tapi, cita-cita itu harus diwujudkan, bukan dikhayalkan semata seperti khayalan si cebol. Sehingga, untuk mewujudkannya kita harus bersekolah, belajar bersungguh-sungguh, serta berdoa kepada tuhan yang maha esa. Penulis punya kisah terkait cita-cita sebagaimana judul tulisan diatas. Dulu, ketika penulis masih SMP, penulis bercita-cita kepengen jadi sastrawan. Dan karena doyan ngobrol bahasa Inggris sok cas cis cus, walau grammer, structure dan tata bahasanya kurang sesuai hajaaaar!. Lalu, sejak SMU. Penulis suka banget dengan pelajaran sosiologi. Dan akhirnya juga pengen jadi penulis, dan pengamat sosial yang kerjjanya berceloteh di koran, majallah, dan buku. Tapi, ketika penulis akan masuk ke bangku kuliah, secara kebetulan ada sebuah kampus yang namanya Universitas Indonesia Timur yang baru berdiri di Makassar pada tahun 2000han. Kira-kira, baru 9 tahunanlah berdirinya, kan penulis masu...

Sempat dikira non muslim

Gambar
Oleh:Sujono said Pagi itu, kondisi kota Makassar sangat cerah. Punjuga dengan penulis, sangat prepare untuk menjalani agenda percintaan eh salah agenda perkuliahan di kampus 1 universitas Indonesia timur tepatnya di fakultas hukum. Tapi, pagi itu ada hal yang merusak mut penulis. Wah, apaantu?. Ceritanya begini, pagi itu penulis tiba di Kampus melewati kantin terus melewati kampus 1 tepatnya jejeran 4 ruang kuliah fakultas hukum menuju loby kampus. Tetiba, lewat seorang perempuan yang ternyata berdasar sisa penglihatan penulis yang tinggal 5 wat adalah seorang pengguna cadar. Saat sigadis bercadar ini lewat, ia berujar “Selamat pagi kak”. Yang ternyata, ucapan itu ditujukan pada penulis. Dengan ramah, penulis hanya berujar selamat pagi kembali dek. Walau terlihat ramah, sesungguhnya hati ini amatlah marah. Karena, diperlakukan layaknya seorang non muslim. Akhirnya, setelah mata kuliah jam pertama usai, waktu dzuhurpun tiba. Penulis menunaikan shalat berjamaah di mushallah kampus 1....

Antara pemain elektone dan menjadi guru SLB di antang kassi

Gambar
Oleh:Sujono said Saat itu, tepatnya pada bulan juli 2014. Papa sudah mulai was-was dengan nasib penulis di Makassar. Karena, tidak ada kejelasan. Keinginan untuk berkiprah di lembaga bantuan hukum tidak terlaksana. Hingga, pada akhir bulan juli 2014, beliau akhirnya bilang kalau tidak ada kejelasan pulang saja ke selayar jadi pemain elektone, karena banyak alat yang butuh pemain. Selain itu, kamu juga bisa berpenghasilan. Saat itu, penulis baru saja diwisuda tepatnya, seminggu sebelum ramadan tiba. Kemudian, tepat pada hari kamis tanggal 31 juli yang secara kebetulan masih dalam suasana idulfitri, penulis melakukan silatur-rahim dengan sesama alumni yapti dan secara kebetulan juga berkunjung ke pak Usman hafid sanggana sebagai salah satu tokoh tunanetra yang banyak memberikan kontribusi dalam kesejahteraan dan kemajuan tunanetra Makassar dan sulawesi selatan. Salah satu kontribusi beliau, adalah keberadaan yayasan usaha karya tunanetra Indonesia yang berada di antang kassi. Dulu, ya...

Rezeki pasca hijrah

Gambar
Oleh:Sujono said Tahun 2022, adalah tahun yang monumental bagi penulis. Karena, pada tahun itu, penulis dengan perkenan ilahiah melalui segala tanda-tanda yang diberikannya memutuskan untuk hijrah dari kota Makassar yang ramai dengan hirukpikuk kota menuju kota kendari yang syarat dengan nuansa pedesaan. Keputusan ini, tentu menimbulkan reaksi beragam. Baik dari keluarga, maupun dari kolega. Dan ini, lazim terjadi. Sebagai mana dalam teori yang kita ketahui dalam hal interaksi sosial jika ada aksi, tentu akan memicu reaksi. Reaksi yang terjadi adalah mulai dari kaget dan bertanya, hingga menyangsikan atau meragukan penulis akan betah bertugas di bumi anoa. Namun, kesangsian ini adalah soal lain yang tak etis lagi penulis sampaikan, so baca saja tulisan-tulisan terdahulu di blog ini😊. Mas! Salah. Ini, bukan bocor alus bos!:( Gimanasi?. Tenang, biar makin banyak yang baca😊. Back to the topic nggeh!. OK! Jadi setelah penulis bertugas di kendari, Allah memberikan kemudahan dan berkah ...

Laku spiritual dalam hidup dan kehidupanku

Gambar
Oleh:Sujono said Penulis adalah anak yang terlahir dari ayah dan ibu yang menerapkan nilai-nilai religius. Jadi, penulis beserta ke2 adik setiap hari dicekoki nilai-nilai tersebut. Indikasinya, jadi ketika kita menyampaikan sebuah pernyataan harus ada indikasinya ya😊, adalah mereka selalu melaksanakan shalat berjamaah di rumah terutama, pada waktu magrib. Kamipun, taklupa diajaknya. Selain itu, mama selalu mengumpulkan penulis dan adik-adik sambil ngeteh dan memperoleh wejangan agama. Pun juga dengan papa, beliau sering mengumpulkan kami sambil bercerita tentang kisah para nabi yang masih terngiang di telinga penulis. Ada beberapa yang masih terngiang, seperti kisah nabi ibrahim alaihis-salam, Nuh alaihis-salam, Musa alaihis-salam, Yusuf alaihis-salam, Ayyub alaihis-salam, dan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam sebagai khatamul anbia. Dari kisah-kisah tersebut, penulis hingga hari ini menjadikannya pelajaran hidup. Terlebih, ketika penulis telah menjadi guru sejak tahun...

Memanfaatkan keaktifan sikecil

Gambar
Oleh:Sujono said Setelah anak kami Muwahhidul Hannan yang lebih akrab disapa Hannan berumur kurang lebih setahun setengah, sebagai orang tua kami memanfaatkan keaktifan dan kelincahannya. Memanfaatkan dalam artian memudahkan pekerjaan rumah, membangun kelekatan dengan anak, dan melakukan interaksi dan membangun hubungan emosional. Dengan tujuan, agar memiliki tumbuh kembang yang baik, bukan hanya secara jasmani. Melainkan sebagai bagian dari membentuk keperibadian. Sebagaimana dalam ilmu sosiologi, bahwa pondasi keperibadian anak adalah keluarga. Ya! Keluarga terutama ibu adalah pondasi pertama dan utama bagi seorang anak. Dalam ilmu sosiologi, ada 3 tahap pembentukan keperibadian. Yang pertama yaitu imitasi atau meniru. Masa meniru, adalah fase yang dialami oleh anak kami Hannan, apa yang kami lakukan itupun yang ia lakukan. Pada fase ini, ibu bertindak sebagai mentor dan rol model, sedangkan penulis sebagai seorang ayah cukup dengan menjadi rol model atau teladan. Jadi, bundanya me...