Isteri ikut pelatihan suami jaga anak
Oleh:Sujono said Saat itu, anak kami Muwahhidul Hannan baru berumur 1 tahun dan masih merangkak. Sedangkan isteri, sebagaimana telah penulis ceritakan pada tulisan-tulisan sebelumnya adalah seorang tunanetra, sama seperti penulis. Kalau teman senasib kami di tempat lain utamanya mereka kaum perempuan terkadang bersama dengan suami mengikuti training, FGD, dan kegiatan disabilitas lainnya. Karena, anak mereka dijaga entah oleh nenek , tante, atau keluarga lain yang dipercaya. Sedang penulis bersama isteri, jauh dari orang tua, Mertuapun punya kesibukan sendiri di kampung. Sehingga, penulis memutuskan untuk izin tidak masuk mengajar selama 2 hari karena harus menjaga anak di area pelatihan. Jadi, ceritanya seperti ini. Pada akhir bulan april tahun 2025 lalu, penulis dihubungi oleh salah satu tim dari sebuah lembaga training, karena kebetulan penulis juga adalah lepasan dari training yang isteri juga ikuti. Ketika tim dari lembaga training tersebut menghubungi penulis, maka penulispun m...