Cerita dibalik idul adha di anggoeya
Oleh:Sujono said Malam rabu, yang merupakan malam jelang peringatan hari raya idul adha, semua terasa spesial. Karena, sehari sebelumnya papa mertua berkunjung dari Raha ke Kendari. Dan saat malam takbiran tiba, beliau bermalam di rumah kami. Besoknya, kamipun menjalankan shalat idul adha bersama beliau di masjid depan rumah. Usai shalat, ada keharuan lantaran penulis tetiba ingat akan papa dan mama yang telah menghadap Allah sampai penulis menangis di bahu papa mertua pagi itu. Bagi penulis, kehadiran papa mertua adalah obat rindu akan papa dan mama. Bahkan, saat itu penulis berpesan kepada isteri tercinta dengan berujar begini “Dek! Mumpung papa dan mama masih ada, berbuat baiklah. Jangan sampai, mereka menghadap Allah kamu menyesal dek.” Namun, sosok yang paling bahagia dengan kehadiran ayah mertua yaitu putra semata wayang kami Hannan, karena ia selalu rindu sama bapa tuanya. Kehadiran beliau di kendari, karena beliau hadir di acara kedukaan lantaran ada keluarga dari sang ister...