Antara pemain elektone dan menjadi guru SLB di antang kassi
Oleh:Sujono said Saat itu, tepatnya pada bulan juli 2014. Papa sudah mulai was-was dengan nasib penulis di Makassar. Karena, tidak ada kejelasan. Keinginan untuk berkiprah di lembaga bantuan hukum tidak terlaksana. Hingga, pada akhir bulan juli 2014, beliau akhirnya bilang kalau tidak ada kejelasan pulang saja ke selayar jadi pemain elektone, karena banyak alat yang butuh pemain. Selain itu, kamu juga bisa berpenghasilan. Saat itu, penulis baru saja diwisuda tepatnya, seminggu sebelum ramadan tiba. Kemudian, tepat pada hari kamis tanggal 31 juli yang secara kebetulan masih dalam suasana idulfitri, penulis melakukan silatur-rahim dengan sesama alumni yapti dan secara kebetulan juga berkunjung ke pak Usman hafid sanggana sebagai salah satu tokoh tunanetra yang banyak memberikan kontribusi dalam kesejahteraan dan kemajuan tunanetra Makassar dan sulawesi selatan. Salah satu kontribusi beliau, adalah keberadaan yayasan usaha karya tunanetra Indonesia yang berada di antang kassi. Dulu, ya...