Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Ketika isyarat itu tiba

Gambar
Oleh:Sujono said Waktu itu, tepatnya Juni hingga Juli 2021, penulis sedang liburan ke kampung halaman di Selayar. Hingga suatu malam, penulis sedang beristirahat, tetiba ditelphone oleh Kak Vina salah seorang alumni yapti yang berada di Kalimantan utara sejak sekian belas tahun yang lalu dan kebetulan juga adalah seorang guru. Akhirnya, berbicaralah penulis dengan kak Vina sebagaimana berikut. Penulis:selamat malam bu pendeta, Kak Vina:selamat malam dek. Penulis:adakah? Kala itu, istilah adakah muncul ketika anakmuda sedang gencar-gencarnya bermain sketer😊. Kakvina:adato😊 begini dek maukoka gabung di forum guru tunanetra akses (FGTA)? Penulis:mauto kak. Akhirnya, singkat cerita pembicaraan terhenti dan gabunglah penulis di group whatsapp tersebut. Setelah bergabung dalam group WA tersebut, penulis mulailah berinteraksi dengan beberapa diantara mereka. Mulai dari pak Danias barus, Ibu Aleksia Netti seorang tunanetra yang kebetulan memiliki SLB di Kalimantan timur, beserta rekan-rek...

Memitigasi resiko yang akan terjadi

Gambar
Oleh:Sujono said Kala itu, tepatnya pada tahun 2020. Penulis tetiba menyampaikan isihati kepada salah satu kawan dalam sesi minum kopi yang sering dilakukan secara informal. Lantaran penulis mulai berani melakukan kritik kepada pimpinan, mulai dari cara yang santun dan elegan, hingga cara yang agak lantang. Mengapa? Karena sejak penulis mengajar selama kurang lebih 5 tahun banyak hal yang bertentangan dengan hati nurani penulis. Dan saat penulis melontarkan kritik, beliau tetap menanggapi dengan tanggapan yang biasa-biasa saja. Tapi, kekecewaannya ketika penulis mengkritik ternyata disampaikan kepada rekan-rekan penulis sesama tunanetra di tempat lain melalui pembicaraan fia telephone, kemudian dibumbui dengan narasi-narasi sesat fersi kubu sakit gigi. Memang, penulis awalnya tidaktahu kalau beliau merasa kecewa akan sikap penulis karena merasa ditelanjangi. Tapi, penulis menggunakan teori hukum alam bahwa segala sesuatu pasti memiliki umpan balik. Entah itu positif, maup...

Tegak lurus saja takcukup

Gambar
Oleh:Sujono said Dalam kehidupan bermasyarakat, tujuan berpolitik adalah untuk memperoleh kekuasaan, memperkaya diri, memperoleh popularitas, dan bertahan saat dalam situasi sulit. Dalam politik dunia kerja, tujuan berpolitik adalah untuk memperoleh karier yang cemerlang, serta bertahan agar kita tidak terpaksa meninggalkan perusahaan, serta resiko-resiko berbahaya yang harus diterima. Memang, kejujuran itu penting, etitude itu penting, skill itu penting, integritas serta loyalitas itu so pasti penting. Tetapi, jika kita tidak tahu intrik dan manufer, mulai dari manufer cantik sampai dengan manufer kotor, maka anda akan tamat. Yakinlah! Mulai dari karier, nama baik, hingga nyawa akan melayang secara tragis. Walau demikian, tetaplah kedepankan kejujuran, gunakan skill, serta tetaplah berintegritas dan memiliki loyalitas kepada pimpinan serta solid kepada rekan kerja. Karena, agama mengajarkan taatilah Allah dan rasul serta taatilah pemimpin kalian. Lalu? Bagaimana dengan pemimpin yan...