Rindu ramadan
Oleh:Sujono said
Tanggal 21 maret 2026, kita di seluruh dunia memperingatinya sebagai 1 syawal 1447 hijriah yang merupakan hari raya ummat islam setelah melaksanakan puasa selama sebulan penuh.
Sejak takbir berkumandang, itu berarti ramadan praktis pergi meninggalkan kita semua. Meninggalkan kesedihan serta kerinduan yang amat mendalam. Karena, baik tua maupun muda umur adalah misteri. Bahkan, sebuah kesyukuran yang luar biasa, kalau masih bertemu dengan ramadan dan idul fitri tahun depan. Ramadan, selalu dirindukan. Walaupun, di dalamnya terdapat banyak sekali cobaan yang harus dilalui. Tapi, yang dirindukan di bulan ramadan, adalah suasana yang berbeda dengan suasana di bulan lain. Lantaran banyaknya kegiatan yang menggembirakan, baik dengan keluarga maupun dengan kolega. Seperti buka puasa bareng (Bukbar) dan sahur bareng(sabar).
Walaupun, di dalam bulan ramadan ada-ada saja cobaan yang menimpa. Mulai dari sakit yang memaksa kita untuk tidak berpuasa, hingga cobaan lain yang mengganggu kekhusyukan kita dalam berpuasa. Entah perilaku orang sekitar yang sering membuat kita marah, atau ketika kaum hawa yang ketika sedang berpuasa harus berbuka sebelum waktunya lantaran kedatangan tamu agung.
Tapi, yang menjalani ibadah puasa dengan ikhlas, serta menghidupkan malam-malam ramadan tentu merasakan kekhusyukan dan kebahagiaan yang tiada tara. Tulisan ini, penulis torehkan berdasar hasil permenungan penulis setelah melakukan kontemplasi bersama isteri selama 10 hari terakhir. Lantaran merasakan anugerah Allah yang melimpahi penulis dan keluarga sejak mah akut eh mahligai keluarga yang penulis bangun sejak 3 tahun lalu atas dasar cinta melalui pernikahan sebagai lembaga tertinggi, baik secara syariat islam, hukum positif, maupun adat istiadat yang berlaku.
Akhirnya, izinkan penulis menutup torehan yang tidak jelas ini dengan ucapan selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1447 hijriah 2026 miladiah, serta harapan agar kita masih diberikan kesempatan oleh allah untuk bertemu kembali dengan ramadan tahun depan. Karena, bulan ramadan adalah bulan yang akan selalu kita rindukan kehadirannya. Pun juga, lewat torehan yang amat tidak jelas ini penulis ingin mengucapkan mohon dibukakan pintu maaf lahir batin, jika sekiranya penulis banyak salah atau ada yang tersakiti oleh diksi yang penulis lontarkan dalam berbagai tulisan sejak blog ini berdiri.
Komentar
Posting Komentar