Isteriku! Sesekali go publik boleh dong
Oleh:Sujono said
Hari itu, senin 6 april 2026. Ketika penulis sampai di sekolah diberitahu oleh salah satu kolega yang merupakan aktifis lorong penulis menyebutnya. Ia meminta agar keesokan harinya yaitu tepatnya pada hari selasa 7 april 2026 untuk mengikuti seminar pemberdayaan perempuan di kantor lurah tempat penulis dan keluarga bermukim. Isteri, sempat sedikit menolak dan mempertanyakan mengapa dirinya yang dipilih. Sang aktifis lorong meminta isteri penulis yang secara kebetulan adalah perempuan dengan disabilitas untuk hadir dalam even tersebut yang dirangkaikan musrenbang.
Akhirnya, singkat kata ikutlah sang isteri bersama putra sematawayang kami di even tersebut. Ketika sampai di lokasi seminar, sang isteri melakukan registrasi dengan dampingan pendamping disabilitas berlanjut dengan kegiatan oppening ceremony dan kegiatan seminar yang terdiri atas penyampaian materi, tanya jawab, dan perkenalan para pendamping, peserta dan pemateri.
Saat sang isteri memperkenalkan diri dan pekerjaan, ia memperkenalkan diri sebagai pebisnis online mendengar hal tersebut, karena di kelurahan tempat kami bermukim masih tergolong sesuatu yang wah kalau tunanetra yang menjalankan bisnis terlebih dilakukan secara online, maka sang isteri direspon dengan tepuk tangan membahana yang mewarnai seluruh ruangan di kantor lurah tersebut.
Hal tersebut, dibenarkan oleh Ibu Waode Santriana S.Pd, Gr, guru SLB kusuma bangsa yang merupakan pendamping disabilitas untuk kelurahan anggoeya. Lalu, bagaimana dengan putra semata wayang penulis yang juga ikut ke even tersebut?. Menurut penuturan sang isteri saat berbincang dan berterusterang dengan penulis😊, anak kami bermain walaupun sempat agak mengganggu jalannya kegiatan dengan cara mendorong-dorong kursi plastik dalam ruangan, alhamdulillah semua masih bisa di kondisikan. Terlebih, karena musrenbang kan melibatkan disabilitas, perempuan, lansia, dan anak.
Ketika pulang ke rumah, kepada isteri penulis katakan bahwa saya butuh kamu selalu stand by di rumah ketika saya butuh kamu. Tapi, saya juga senang kalau sesekali kamu go publik. Kamukan cerdas, bisa diandalkan, dan punya kelebihanlah. So, sesekali go publik lah, banyak itu kasian perempuan mau berkegiatan dan menambah self capasity tapi tidak ada dukungan dari suaminya.
Sedangkan kamu, ujar penulis punya suami yang mendukung penuh dalam berkegiatan. Karena, bagi saya itu perempuan bukan hanya bekerja di 3 tempat seperti sumur, dapur, dan tempat lain. Tapi, sesekali kamu boleh dong tampil di publik. Karena, sejak menikah penulis sudah punya janji.
Komentar
Posting Komentar