Menabrak motor berhenti dan tertawakan diri sendiri
Oleh:Sujono said
Kejadian gila yang penulis alami sebagai mana judul diatas, terjadi pada hari jumat tanggal 17 april kemarin setelah shalat jumat. Kebetulan, penulis pulang dari pasar untuk membeli kebutuhan dapur. Ketika penulis berjalan dengan PD nya, lantaran penulis menggunakan tongkat sambil menenteng belanjaan, tanpa sadar penulis menabrak motor yang tengah berhenti di pinggir jalan😊.
Hal tersebut terjadi, lantaran ketika dalam perjalanan penulis membayangkan diri ikut kelas publik speaking for bisnis with salah satu internal coach. Karena, 18 tahun yang lalu penulis baru belajar MC dan presenter bersama Ibu Irwani pane di Yayasan bintang komunikasi Indonesia.
Lantaran saat ini, penulis merasa perlu belajar banyak all about publik speaking. Mulai dari publik speaking for bisnis, publik speaking for other juga penulis rasa perlu. Hingga akhirnya, penulis tetiba menabrak motor berhenti. Setelah menabrak, penulis langsung tertawa sejadi-jadinya. Hal tersebut, adalah respon serta ungkapan rasa syukur penulis lantaran yang penulis tabrak adalah motor berhenti bukan penulis yang ditabrak motor. Setelah menabrak dan tertawa, penulis melanjutkan perjalanan hingga sampai di rumah dengan selamat dan membagi kelucuan ini kepada isteri yang menunggu di rumah. Setelah itu, penulis menyerahkan belanjaan kepada isteri untuk diolah.
Sebagaimana dalam ilmu NLP yang penulis pernah pelajari, ada 3 hal yang kita lakukan ketika kita punya keinginan. Pertama, afirmasi, kemudian repetisi, dan fisualisasi. Saat mengafirmasi, repetisi, dan memfisualisasikan keinginan penulis di hari jumat berkah kala itulah terjadi penabrakan motor berhenti😊. Tapi, setelah proses tersebut insya allah penulis barengi dengan doa dan ikhtiar yaitu menabung. Semoga pada waktunya cukup untuk penulis gunakan untuk belajar publik speaking.
Untuk menghindari pertanyaan susulan dari pembaca, izinkan penulis untuk menjelaskan apa itu afirmasi, repetisi, dan fisualisasi. Afirmasi adalah menanamkan lebih dalam apa yang kita ingini. Kemudian repetisi, yaitu mengulang-ulang apa yang kita ingini. Sedangkan fisualisasi adalah membayangkan apa yang anda ingini lengkap dengan autputnya. Setelah mengucapkan, mengulangi, dan membayangkan. Maka tindakan yang harus dilakukan adalah mewujudkannya dengan usaha dan doa. Karena, ketika kita hanya membayangkan saja tanpa mewujudkan maka itu namanya mimpi.
Komentar
Posting Komentar