Raha dari liburan hingga milad ke2 tahun anakku
Oleh:Sujono said
Hari itu, kamis 30 april 2026, penulis, isteri dan anak semata wayang bertolak dari kendari menuju raha. Ya! Untuk sebuah janji, janji setelah ulangtahun yang ke 1 tahun. Bahwa, milad anak kami yang ke2 akan dilaksanakan di Banggai kecamatan duruka kab Muna sultra. Malam itu, kami seperti biasa menumpang kapal malam. Disebut kapal malam, karena beroperasi di malam hari.
Pagi itu, bertepatan dengan awal bulan mei, kapal yang kami tumpangi tiba dengan selamat di pelabuhan Raha saat ummat muslim masih melaksanakan shalat subuh secara berjamaah. Ketika penulis dan keluarga kecil meninggalkan kapal bersama dengan papa dan mama mertua yang datang menjemput, terdengar sayup-sayup imam di masjid terdekat di pelabuhan raha masih membaca surah-surah sebagai rangkaian shalat subuh. Sesampai di pelabuhan, dengan tumpangan motor penulis dan keluarga berangkat menuju Desa Banggai. Sepanjang jalan, penulis merasai admosfir kabupaten muna yang selalu membuat penulis rindu untuk berada di sana. Hingga akhirnya, penulis tiba di Banggai saat matahari masih malu menampakkan sinarnya. Namun, aktifitas masyarakat sudah mulai berjalan.
Sejak tiba, haripun bermula. Hingga akhirnya, hari yang dinantipun tiba tepatnya pada hari ahad tanggal 3 mei. Sore itu, seluruh keluarga berkumpul di ruang keluarga rumah mertua. Lilin dinyalakan, dan kue pun dipotong sebagai pertanda bahwa anak kami telah berusia 2 tahun.
Doa-doa terbaik lewat lagupun dilantunkan oleh sepupu-sepupu anak kami dari yang masih SD hingga yang sudah remaja dengan lirik sebagai berikut “Selamat ulang tahun, kami ucapkan. Selamat ulang tahun, kita kan doakan. Selamat sejahtera, sehat sentosa. Selamat panjang umur, dan bahagia. Potong kuenya! Potong kuenya! Potong kuenya sekarang juga! Sekarang juga! Sekarang juga!. Panjang umurnya! Panjang umurnya! Panjang umurnya serta mulia, serta mulia serta mulia.”
Setelah hari ulang tahun anak kami, tepatnya pada hari rabu tanggal 6 mei, penulis, isteri dan putra semata wayang beserta sepupu 1 kali dan neneknya tiba di kota kendari dan disambut dengan hujan deras yang memaksa anak kami untuk menikmati indahnya mandi hujan, hingga akhirnya demam hingga saat tulisan ini sedang disusun. Namun, penulis bersyukur lantaran agenda yang telah penulis agendakan sejak lama berhasil terlaksana, walau dilaksanakan dengan suasana sederhana.
Komentar
Posting Komentar