Ketika memutuskan hijrah

Oleh:Sujono said

Setelah penulis melalui cobaan dengan rasa was-was selama 2 pekan sebagai mana tulisan penulis yang diterbitkan pada tanggal 15 nofember 2025 dengan judul Tragedi 15 nofember dan jawaban dari langit, penulis akhirnya membulatkan tekad untuk hijrah entah kemana sebelum keadaan semakin runcing menurut penerawangan penulis dan tanda-tanda ilahiah yang mulai terasa.
Setelah itu, pada tanggal 22 desember 2021, penulis bertandang ke Selayar untuk menemui papa yang sakit terkena struk tepat sepekan pasca tragedi 15 nofember. Karena, saat itu sekolah sudah libur semester. Tapi, setelah kurang lebih 3 hari penulis di selayar, salah satu tante di Makassar melakukan obrolan vedio call dengan penulis. Keesokan harinya, penulis mendapat kabar kalau sang tante berada di sekolah dan bertemu dengan pimpinan. Yang penulis sesalkan, ada apa?.
Pertanyaan tersebut muncul, karena penulis di Makassar tidak kemana-mana, tidak pernah dikunjungi. Padahal, malam harinya penulis sempat melakukan vedio call. Yang bersangkutan tahu, kalau penulis sedang berada di Selayar. Akhirnya, penulis mencium gelagat tidak beres dimana sang tante ini ingin mengobrak-abrik prifasi penulis, penguasapun tak kala cerdik memanfaatkan momentum. Dengan dasar itulah, penulis semakin bulat untuk menyatakan tekad untuk hijrah.
Setelah itu, penulis membicarakan kegentingan ini dengan saudara penulis. Setelah semua dimatangkan, penulis diminta untuk izin mengajar secara daring sampai bulan februari, dan syukur alhamdulillah kepala sekolah mengizinkan terlaksananya pembelajaran secara daring. So, sembari mengajar daring juga penulis memiliki waktu luang untuk merawat papa yang sudah terkena struk.
Akhirnya, pada bulan februari, penulis kembali ke Makassar sambil mematangkan persiapan kepindahan sembari mengajar secara tatap muka. Namun, pada tanggal 19 maret 2022, penulis harus kembali mengajar daring hingga idul fitri tiba. Namun, komunikasi antara penulis dan pihak SLB Kusuma bangsa mulai terjalin pada tanggal 25 april 2022 yang bertepatan dengan 23 ramadan.
Dalam komunikasi antara penulis dan ketua dewan pembina Yayasan Kusuma bangsa, penulis banyak memperoleh pertanyaan, petunjuk tentang berkas yang harus penulis siapkan, hingga wejangan-wejangan dari beliau yang disampaikan di ujung telephone Kepada penulis. Setelah hari raya idulfitri tiba, penulis kembali ke Makassar untuk mempersiapkan proses kepindahan penulis yang insya allah akan penulis ulas dalam tulisan berikutnya untuk para pembaca yang amat penulis cintai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jelang kelahiran putra pertamaku

Ketika berada di fase itu

Tegak lurus saja takcukup