Napaktilas PPG

Oleh:Sujono said

Tanggal 6 mei 2025, kira-kira sekitar 4 hari pasca ulang tahun anak kami dalam usia 1 tahun. Penulis diberi kabar oleh kawan yang membantu membuka Sim PKB. Setelah itu, penulis mendapat informasi bahwa penulis akan menjalani Pendidikan profesi guru tertentu di Univversitas negeri Manado(Unima). Setelah itu, penulis memulai mengurus kelengkapan berkas sebagai syarat lapor diri.
Pada tanggal 6 juni 2025, secara kebetulan warga muslim sedang melaksanakan lebaran idul adha. Namun, sambil menyambut tamu yang datang untuk melakukan silatur-rahim, penulis tetap memulai pembelajaran dengan mengakses modul demi modul lewat pletform ruang GTK yang dulu namanya PMM. Sembari mengerjakan modul, penulis tetap boleh liburan bersama isteri di rumah mertua. Bahkan, sebahagian tugas kuliah utamanya postes dikerjakan diatas kapal menuju kabupaten Muna. Terkecuali jurnal, lantaran penulis tidak punya labtop lantaran sudah rusak parah.
Akhirnya, dibantu oleh salah satu kawan. Lalu, tibalah pada tanggal 27 juli, dimana saat itu adalah musim-musim pelaksanaan uji kinerja melalui pengambilan vedio di sekolah masing-masing.
Saat itu, sekolah sedang banyak kegiatan. Ketika hari pelaksanaan tiba, penulis nyaris tidak jadi melakukan pengambilan video, lantaran siswa yang penulis siapkan untuk belajar dibutuhkan di tempat lain. Namun, salah satu kawan penulis yang tak lain dan tak bukan adalah rekan seprofesi penulis berkeras agar penulis didahulukan dan tidak akan banyak mengambil waktu. Akhirnya, pelaksanaan pengambilan vedio Ukin tetap berjalan walau sedikit mengalami hambatan dan drama.
Setelah itu, jelang ujian Kompotensi, penulis juga dihadapkan dengan berbagai drama di sana sini dan menguras banyak hal. Mulai dari tenaga, waktu, hingga uang. Namun, alhamdulillah penulis tetap dapat menjalankan uji kompotensi PPG dengan baik tanpa hambatan yang berarti.
Jujur, ketika penulis mengingat semua itu penulis bahkan sampai sakit kepala saat menyusun tulisan ini. Namun, semua telah terjadi. Usaha juga tidak menghianati hasil, yang tentu akan penulis ulas insya allah pada tanggal 11 agustus nanti sebagai kado memperingati 12 tahun mengajar. Gelar guru profesional telah penulis raih, kesejahteraan untuk keluargapun alhamdulillah telah penulis raih.
Kini, tinggal bagaimana penulis mempertahankan semua itu dengan bersungguh-sungguh dalam mengajar, kemudian selalu update dengan hal baru, serta membuka diri dengan kritik, saran, dan koreksi. Karena, semua itu adalah amunisi yang akan mampu membuat kita survive.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jelang kelahiran putra pertamaku

Ketika berada di fase itu

Tegak lurus saja takcukup