Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Sempat dikira non muslim

Gambar
Oleh:Sujono said Pagi itu, kondisi kota Makassar sangat cerah. Punjuga dengan penulis, sangat prepare untuk menjalani agenda percintaan eh salah agenda perkuliahan di kampus 1 universitas Indonesia timur tepatnya di fakultas hukum. Tapi, pagi itu ada hal yang merusak mut penulis. Wah, apaantu?. Ceritanya begini, pagi itu penulis tiba di Kampus melewati kantin terus melewati kampus 1 tepatnya jejeran 4 ruang kuliah fakultas hukum menuju loby kampus. Tetiba, lewat seorang perempuan yang ternyata berdasar sisa penglihatan penulis yang tinggal 5 wat adalah seorang pengguna cadar. Saat sigadis bercadar ini lewat, ia berujar “Selamat pagi kak”. Yang ternyata, ucapan itu ditujukan pada penulis. Dengan ramah, penulis hanya berujar selamat pagi kembali dek. Walau terlihat ramah, sesungguhnya hati ini amatlah marah. Karena, diperlakukan layaknya seorang non muslim. Akhirnya, setelah mata kuliah jam pertama usai, waktu dzuhurpun tiba. Penulis menunaikan shalat berjamaah di mushallah kampus 1....

Antara pemain elektone dan menjadi guru SLB di antang kassi

Gambar
Oleh:Sujono said Saat itu, tepatnya pada bulan juli 2014. Papa sudah mulai was-was dengan nasib penulis di Makassar. Karena, tidak ada kejelasan. Keinginan untuk berkiprah di lembaga bantuan hukum tidak terlaksana. Hingga, pada akhir bulan juli 2014, beliau akhirnya bilang kalau tidak ada kejelasan pulang saja ke selayar jadi pemain elektone, karena banyak alat yang butuh pemain. Selain itu, kamu juga bisa berpenghasilan. Saat itu, penulis baru saja diwisuda tepatnya, seminggu sebelum ramadan tiba. Kemudian, tepat pada hari kamis tanggal 31 juli yang secara kebetulan masih dalam suasana idulfitri, penulis melakukan silatur-rahim dengan sesama alumni yapti dan secara kebetulan juga berkunjung ke pak Usman hafid sanggana sebagai salah satu tokoh tunanetra yang banyak memberikan kontribusi dalam kesejahteraan dan kemajuan tunanetra Makassar dan sulawesi selatan. Salah satu kontribusi beliau, adalah keberadaan yayasan usaha karya tunanetra Indonesia yang berada di antang kassi. Dulu, ya...

Rezeki pasca hijrah

Gambar
Oleh:Sujono said Tahun 2022, adalah tahun yang monumental bagi penulis. Karena, pada tahun itu, penulis dengan perkenan ilahiah melalui segala tanda-tanda yang diberikannya memutuskan untuk hijrah dari kota Makassar yang ramai dengan hirukpikuk kota menuju kota kendari yang syarat dengan nuansa pedesaan. Keputusan ini, tentu menimbulkan reaksi beragam. Baik dari keluarga, maupun dari kolega. Dan ini, lazim terjadi. Sebagai mana dalam teori yang kita ketahui dalam hal interaksi sosial jika ada aksi, tentu akan memicu reaksi. Reaksi yang terjadi adalah mulai dari kaget dan bertanya, hingga menyangsikan atau meragukan penulis akan betah bertugas di bumi anoa. Namun, kesangsian ini adalah soal lain yang tak etis lagi penulis sampaikan, so baca saja tulisan-tulisan terdahulu di blog ini😊. Mas! Salah. Ini, bukan bocor alus bos!:( Gimanasi?. Tenang, biar makin banyak yang baca😊. Back to the topic nggeh!. OK! Jadi setelah penulis bertugas di kendari, Allah memberikan kemudahan dan berkah ...