Kendari punya cerita

Oleh:Sujono said

Akhirnya, tanggal 13 juni 2022 penulis berangkat ke Kendari tanpa dampingan siapa-siapa. Selain untuk menghadiri perkawinan sepupu1 kali penulis, juga mewujudkan apa yang sudah menjadi perintah dari langit buat penulis dengan segala tanda-tanda yang ada darinya. Setiba di bandara Halu uleo Kendari, pesawat mendarat dengan sempurna. Saat itu, rasanya semua seperti mimpi.
Bukan karena penulis baru pertama naik pesawat ke Kendari😊, melainkan karena apa yang ada dalam diri penulis sejak lama akhirnya diikhtiarkan. Keinginan untuk kembali mengajar di desa, hingga keinginan hijrah ke tempat lain untuk mencicipi gurihnya mengajar di tempat berbeda.
Hal itulah yang membuat rasanya memperoleh surprise langsung dari ilahi, karena kalau naik pesawat pertama memang rute pertamanya ke Kendari. Tapi, itu terjadi pada tahun 2017. Saat itu, penulis baru 3 tahun mengajar belum ada niatan apa-apa. Karena, yang namanya niatan itu, tak pernah ada. Yang ada, hanya keinginan yang sebenarnya hanyalah sebuah angan-angan sicebol yang mustahil terjadi. Itulah, yang membuat semua rasanya mimpi tapi terjadi dalam kehidupan yang nyata.
Malam itu, pesawat tiba pada jam 19.50 wita. Penulis sebagai seorang penumpang dengan disabilitas diantar untuk bertemu dengan keluarga langsung ke terminal kedatangan. Saat itu, sang adik kaget bukan kepalang. Lantaran tidak menyangka, kalau penulis akan terbang sendiri ke kendari.
Ketika penulis berkumpul dengan keluarga, sang adik langsung bercerita dengan kalimat seperti ini”Itu jono seperti pejabat pak😊 diantar turun dari pesawat, saya kira akan bagai manami”.
Setiba di bandara, dengan tumpangan mobil sang adik penulis langsung dibawa kerumah ipar untuk menginap sementara. Nanti pada tanggal 14 sore, penulis membuat janji dengan ketua yayasan Kusuma bangsa. Namun, pihak yayasan kusuma bangsa menyetujui penulis untuk mengantar berkas pada hari kamis tanggal 16 juni. Namun, pada hari rabu tanggal 15 juni, penulis masih sempat mengirim nilai smester ke kepala sekolah sebagai rangkaian akhir setiap proses 1 semester.
Dan akhirnya, hari yang dinantipun tiba. Penulis dengan dampingan sang adik mengantar berkas ke sekolah yang dituju, namun tidak sempat bertemu ketua yayasan. Sehingga, berkas dititip ke penjaga sekolah. Keesokan harinya, pihak penjaga sekolah mengontak penulis dan menyampaikan bahwa berkas telah dipelajari oleh pihak yayasan. Setelah itu, penulis kembali mengontak ketua yayasan. Akhirnya, disepakati bahwa fit and proper test akan dilaksanakan pada hari Minggu 19 juni.
Pada hari sabtu tanggal 18 juni 2022. Penulis bertemu seluruh keluarga di andonohu, merekapun kaget ketika tahu kalau penulis sudah mengurus pindah. Mereka mengira, bahwa penulis pindah hanya omongan belaka. Saat itu, penulis bilang ke mereka kalau besok penulis akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di hadapan pihak yayasan. Mereka minta, ikut mendampingi penulis.
Penulis menjawab permintaan mereka dengan jawaban asal-asalan. Ternyata, mereka serius mau menemani penulis. Keseriusan mereka, dibuktikan dengan banyaknya telephone yang masuk ke ponsel penulis dan sang adik. Penulis dan sang adik pun kaget, terlebih penulis. Karena, penuliskan cuman ia-ia saja. Eh, ternyata mereka malah serius. Akhirnya, penulis mengikuti fit and proper test diantar keluarga. Dengan ucapan bismillah, penulis dan rombongan berangkat ke SLB Kusuma bangsa.
Sesampai di lokasi, dengan tongkat putih dan dampingan keluarga penulis mendaki gunung lewati lembah layaknya ninja hatori. Akhirnya, kamipun tiba di SLB kusuma bangsa dengan selamat sentosa atas perkenan Allah taala. Setelah itu, penulis dan rombongan mendapat sambutan hangat dari bapak Yafsin Yaddi, ketua dewan pembina yayasan kusumabangsa yang akan bertindak sebagai penguji secara langsung dalam kegiatan fit and proper test yang akan berlangsung pada hari itu.
Sembari menunggu, karena ruangan fit and proper test sedang disiapkan, penulis berbincang dengan penjaga sekolah. Sedang,  keluarga, bervoto di lokasi sekolah, karena melihat kondisi sekolah yang masih asri. Selang beberapa menit, penulis diarahkan untuk menuju ruangan fit and proper test untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Lucunya, salah satu keluarga ingin mendampingi. Tapi, pihak yayasan mengatakan tidak perlu, lantaran pihak yayasan juga ingin menguji orientasi dan mobilitas dari penulis karena beliau adalah jebolan SGPLB Yogyakarta jurusan A atau tunanetra.
Dan akhirnya, kegiatan fit and proper dilaksanakan secara tertutup. Keluarga yang mengantar hanya menunggu di luar tepatnya di tempat yang penulis dan penjaga sekolah menyebutnya filla. Penulis tidak tahu apa yang terjadi di luar, karena suara mereka tidak kedengaran. Suasana fit and proper test sangat lengang dan santai. Obrolan penulis dengan ketua dewan pembina yayasan Kusumba bangsa berlangsung santai. Sehingga, penulis merasa cooling down saat menjalaninya.
Akhirnya, 20 menit berlalu, ketua dewan pembina yayasan mengumumkan bahwa penulis telah dinyatakan patut dan layak untuk mengajar di SLB kusuma bangsa. Tidak ada tepuk tangan, karena tidak ada audience di sana😊. Yang ada, penulis dan pihak yayasan bersalaman. Setelah itu, pengurus yayasan meninggalkan ruangan menuju filla, penulispun juga menyusul keluar ruangan.
Ketika ketua dewan pembina yayasan keluar ruangan, terdengarlah salah satu keluarga berujar ai selesaimi bagaimana hasilnya kira-kiradi?. Selang semenit kemudian, penulispun keluar ruangan dan menemui mereka. Saat bertemu mereka, penulis berpidato layaknya confrensi,  pers😊.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jelang kelahiran putra pertamaku

Ketika berada di fase itu

Tegak lurus saja takcukup