Karier dan nilai-nilai islami

Oleh:Sujono said

Ketika penulis sudah terangkat sebagai guru kurang lebih 12 tahun lalu, hal itu tidak membuat penulis lalai dalam melaksanakan perintah Allah. Terlebih, penulis menganggap hal tersebut sebagai anugerah darinya. Hanya memang, penulis melakukan shalat berjamaah di masjid pada waktu magrib dan isya saja di masjid salsabil mangga 3. Tapi, kalau penulis kecapean dari mengajar shalatnya di rumah dong. Karena, terkadang penulis berada di tempat mengajar sampai sore.
Karena, kadang ada kegiatan tambahan. Terkadang pula, ada hal lain. Tapi, kadang juga penulis pulang ke rumah pada siang hari. Tapi, alhamdulillah. Karena, di tempat mengajar penulis ada asrama jadi terkadang tidur siang dulu baru pulang ke rumah. Ibadah pun, alhamdulillah tidak terabaikan.
Bahkan, ketika penulis shalat berjamaah di masjid. Penulis rasanya sama dengan jamaah lainnya. Nanti di sekolah, baru penulis merasa sebagai guru.
Jadi, yang mengenal penulis sebagai guru hanya tetangga dekat saja. Kecuali, ada beberapa jamaah masjid sal-sabil yang terkadang menemukan penulis berseragam linmas atau keki menunggu mobil di depan SMUN 18 di mangga3. Ketika ketemu di masjid, sang jamaah bertanya dek, tiap hari saya lihat pake baju dinas sambil tunggu mobil, kerja dimana? Guru pak, penulis merespon.
Itu baru persoalan ibadah shalat. Nilai-nilai islam yang lain seperti menghargai rekan sejawat yang umurnya lebih tua dari penulis, bahkan seumuran dengan mama penulis. Ketika bertemu dengan mereka, penulis tetap cium pipi eh salah kasus itu cium tangan maksudnyahehe ๐Ÿ˜Š. Hal lain, adalah menggunakan waktu-waktu terbaik untuk berdoa. Seperti di waktu hujan deras, antara adzan dan iqamah, waktu buka dan sahur, serta waktu terbaik lainnya. Hal itu, terbawa hingga hari ini.
Dengan penulis senantiasa melaksanakan islamik falue dalam hidup dan kehidupan penulis, alhamdulillah selalu saja ada rezeki yang berlimpah dari Allah. Hanya memang, rezeki itu harus di usahakan. Hal ini, penulis utarakan bukan untuk pamer atau fleksing. Karena, pamer amalan atau fleksing amalan sama dengan ria’. Semua ini penulis maksudkan, hanya untuk sharing nilai-nilai spiritual yang telah penulis pelajari sejak di bangku sekolah hingga sukses menjadi guru.
Karena, bagaimanapun ada yang mengatur hidup dan kehidupan kita. Sehingga, nilai-nilai religious harus kita tanamkan dalam hidup dan kehidupan kita. Bersyukur dikala lapang, dan bersabar dikala sempit. Semogalah, Allah ta’ala selalu melindungi dan menyertai setiap langkah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menutup lembaran kelam

Memanfaatkan keaktifan sikecil

Napaktilas PPG