Postingan

Ketika isyarat itu tiba

Gambar
Oleh:Sujono said Waktu itu, tepatnya Juni hingga Juli 2021, penulis sedang liburan ke kampung halaman di Selayar. Hingga suatu malam, penulis sedang beristirahat, tetiba ditelphone oleh Kak Vina salah seorang alumni yapti yang berada di Kalimantan utara sejak sekian belas tahun yang lalu dan kebetulan juga adalah seorang guru. Akhirnya, berbicaralah penulis dengan kak Vina sebagaimana berikut. Penulis:selamat malam bu pendeta, Kak Vina:selamat malam dek. Penulis:adakah? Kala itu, istilah adakah muncul ketika anakmuda sedang gencar-gencarnya bermain sketer😊. Kakvina:adato😊 begini dek maukoka gabung di forum guru tunanetra akses (FGTA)? Penulis:mauto kak. Akhirnya, singkat cerita pembicaraan terhenti dan gabunglah penulis di group whatsapp tersebut. Setelah bergabung dalam group WA tersebut, penulis mulailah berinteraksi dengan beberapa diantara mereka. Mulai dari pak Danias barus, Ibu Aleksia Netti seorang tunanetra yang kebetulan memiliki SLB di Kalimantan timur, beserta rekan-rek...

Memitigasi resiko yang akan terjadi

Gambar
Oleh:Sujono said Kala itu, tepatnya pada tahun 2020. Penulis tetiba menyampaikan isihati kepada salah satu kawan dalam sesi minum kopi yang sering dilakukan secara informal. Lantaran penulis mulai berani melakukan kritik kepada pimpinan, mulai dari cara yang santun dan elegan, hingga cara yang agak lantang. Mengapa? Karena sejak penulis mengajar selama kurang lebih 5 tahun banyak hal yang bertentangan dengan hati nurani penulis. Dan saat penulis melontarkan kritik, beliau tetap menanggapi dengan tanggapan yang biasa-biasa saja. Tapi, kekecewaannya ketika penulis mengkritik ternyata disampaikan kepada rekan-rekan penulis sesama tunanetra di tempat lain melalui pembicaraan fia telephone, kemudian dibumbui dengan narasi-narasi sesat fersi kubu sakit gigi. Memang, penulis awalnya tidaktahu kalau beliau merasa kecewa akan sikap penulis karena merasa ditelanjangi. Tapi, penulis menggunakan teori hukum alam bahwa segala sesuatu pasti memiliki umpan balik. Entah itu positif, maup...

Tegak lurus saja takcukup

Gambar
Oleh:Sujono said Dalam kehidupan bermasyarakat, tujuan berpolitik adalah untuk memperoleh kekuasaan, memperkaya diri, memperoleh popularitas, dan bertahan saat dalam situasi sulit. Dalam politik dunia kerja, tujuan berpolitik adalah untuk memperoleh karier yang cemerlang, serta bertahan agar kita tidak terpaksa meninggalkan perusahaan, serta resiko-resiko berbahaya yang harus diterima. Memang, kejujuran itu penting, etitude itu penting, skill itu penting, integritas serta loyalitas itu so pasti penting. Tetapi, jika kita tidak tahu intrik dan manufer, mulai dari manufer cantik sampai dengan manufer kotor, maka anda akan tamat. Yakinlah! Mulai dari karier, nama baik, hingga nyawa akan melayang secara tragis. Walau demikian, tetaplah kedepankan kejujuran, gunakan skill, serta tetaplah berintegritas dan memiliki loyalitas kepada pimpinan serta solid kepada rekan kerja. Karena, agama mengajarkan taatilah Allah dan rasul serta taatilah pemimpin kalian. Lalu? Bagaimana dengan pemimpin yan...

Saat kudengar tangis pertama putra tercintaku

Gambar
Oleh:Sujono said Hari itu, jumat tanggal 3 mei 2024, tepat jam 6 pagi proses kelahiran sang bayi mulai dilakukan, setelah mama mertua melihat kondisi bahwa sang bayi sudah siap keluar, iapun mulai memanggil bidan untuk memastikan temuannya. Setelah temuan mama jelas, bidan memerintahkan kepada perawat untuk menyiapkan peralatan persalinan, pun juga mama diminta untuk menyiapkan perlengkapan bayi. Akhirnya, proses tersebut dimulai. Saat itu, sang isteri diminta menarik nafas sambil berkuat, namun dengan izin Allah hanya dengan 3kali berkuat dan bidan memintanya untuk mencukupkan berkuat. Setelah beberapa detik berselang, tepatnya jam 6 lewat 38 menit tangis pertama putra pertama penulis terdengar dengan kencangnya. Saat sang isteri melaksanakan proses kelahiran, penulis berada di balik tirai tempat tidur dimana sang isteri dibaringkan dan menjalani proses persalinan hari itu. Sedangkan saat proses persalinan, sang isteri hanya didampingi oleh mama dan dibantu oleh beberapa orang bidan...

Jelang kelahiran putra pertamaku

Gambar
Oleh:Sujono said Sore itu, tepatnya pada hari Selasa tanggal 30 april 2024, penulis beserta isteri meninggalkan rumah kos di Jalan Ruruhi kelurahan Anggoeya menuju Rumah sakit Hati mulia yang beralamit di Lepo-lepo kendari. Ketika penulis berangkat, matahari masih menampakkan sinarnya yang begitu cerah di langit kota Kendari. Namun, setibanya di Rumah sakit Hati mulia sinar mentaripun mulai memerah pertanda ia akan mengucapkan selamat tinggal dan digantikan oleh rembulan malam. Maksud penulis bertandang ke Rumah sakit Hati mulia sebenarnya adalah memeriksakan kandungan sang isteri sekaligus melakukan USG, lantaran di Rumah sakit Hati mulia ada seorang dokter kandungan yang direkomendasikan oleh salah satu kawan tunanetra. Sesampai di sana, kami melakukan pengambilan nomor di loket. Setelah itu, oleh petugas loket mengantarkan kami di ruang tunggu poli kandungan. Di tengah penantian kami, ternyata sore jelang malam itu kota Kendari diguyur hujan deras. Sesampai di poli kandungan, sang...

Ketika berada di fase itu

Gambar
Oleh:Sujono said Setelah kurang lebih 2 bulan perkawinan penulis dengan isteri tercinta, tepatnya pada tanggal 28 september 2023 isteri penulis mengalami ngidam berat sebagai pertanda bahwa ia telah mengandung calon bayi yang telah Allah titipkan untuk kami. Saat itu, baik penulis maupun isteri merasakan hal yang sama, yaitu perasaan bersyukur lantaran selang 2bulan usia pernikahan kami Allah telah titipkan calon bayi di rahim sang isteri. Padahal, sebelumnya penulis pernah bilang begini pas sebulan pasca perkawinan. “Semoga, janganmi hamil duludech” ujar penulis kepada sang isteri. Mendengar hal tersebut, sang isteri bilang begini “Kalau saya hamil bagaimana kak?”. “Kalau kamu hamil, berarti al-hamdulillah. Karena, rezeki setiap manusia sudah diatur oleh tuhan” ujar penulis. Maksud penulis berujar demikian sebagaimana diatas, lantaran kami baru menata perekonomian kami setelah menikah. Mengapa? Lantaran sebelum menikah, keuangan diatur masing-masing, secara k...

Jalankaki di pagi hari

Gambar
Oleh:Sujono said Awal mula penulis tinggal di luar area sekolah, selama sepekan pertama penulis ke sekolah menggunakan transportasi online maksim. Hal ini, bertujuan untuk melakukan orientasi dan mobilitas mengenai rute yang dilalui ke sekolah. Memang, sekolah dalam hal ini yayaasan tempat penulis mengajar menyediakan fasilitas antar jemput tapi rutenya telah ditetapkan. Akhirnya, sepekan berlalu penulis mulai menggunakan fasilitas antar jemput tersebut. Jadi, untuk menuju tempat menunggu mobil jemputan, penulis berjalan kaki dengan waktu tempuh 7-8 menit, sesampai di tempat menunggu penulis duduk tidak terlalu lama. Tiap pagi, senin hingga jumat dengan menggunakan seragam keki atau hitam putih dengan menjinjing tas dipundak yang berisi seperangkat bahan ajar dibayar mahal dengan tetesan airmata, tenaga serta puluhan hingga ratasan ribu biaya print dan tongkat putih di tangan menemani penulis berjalan kaki setiap pagi. Setiap kali penulis berjalan kaki tiap pagi, penuli...