Postingan

Desember, kenangan dan nilai-nilai keberagaman yang terpatri

Gambar
Oleh:Sujono said Tahun 1993, kala itu penulis masih kanak-kanak. Lantaran papa dan mama baru pindah dari perumahan pemerintah menuju rumah panggung milik pribadi di Bangkahang yang kala itu termasuk dalam wilayah dusun tongke-tongke desa Lowa kecamatan bonto sikuyu kabupaten selayar. Rumah kami, bertetangga dengan gereja, tapi gereja masih belum dibangun masih lahan kosong lah ya. Sehingga kegiatan ummat kristiani seperti sekolah minggu dan ibadah minggu masih dilaksanakan di pastori istilah untuk rumah dinas pendeta. Ketika penulis dan keluarga pindah dan menempati rumah yang dibangun oleh papa dengan susah payah, secara kebetulan adalah bulan desember. Suatu sore, berlangsunglah kegiatan persiapan natal oleh anak-anak sekolah minggu. Saat itu, penulis sebagai anak kecil yang belum tahu apa-apa ikut mainlah ke pastori sambil mendengarkan riuh rendah tawa anak-anak sekolah minggu dibawah bimbingan pak pendeta Lewi kala itu. Sepulang ke rumah, penulis bertanya ke mama dan papa dengan...

Etri merdiani bagian dari perjalanan hidupku

Gambar
Oleh:Sujono said Bagi yang bersekolah di Yapti pada tahun 2004 kebelakang, tentu amat mengenal siswa yang bernama Etri. Ia adalah siswa dengan hambatan MDVI(Multiple disability and visual impairmen) atau dengan kata lain tunanetra ganda. Ia adalah tunanetra low vision dan juga mengalami hambatan intelektual alias tunagrahita. Penulis sangat senang berkawan dengan etri, karena bagi penulis Etri adalah sosok yang cepat menangkap pelajaran. Perna, suatu sore penulis mengikuti meting english dengan kakanda Hamzah dan bang Yeky tetiba etri juga ikut menguping di arena meting. Pasca meting, sesuai dengan ciri khasnya layaknya burung beo, Etri langsung menirukan kembali pelajaran yang kami pelajari. Adapun dialogue asli dari percakapan kami adalah sebagai berikut “Hello how are you? I am very well can i borrow your dictionary? Of course! Wich one do you wont? Small or big? The small one, thank you so much, ah it doesn’t matter.” Sedangkan versi etri dialogue nya adalah sebagai berikut “Hell...

Menjadi calon imam antara keinginan ummat dan pertimbangan keluarga

Gambar
Oleh:Sujono said Masih segar dalam ingatan penulis, kala itu tanggal 27 september lalu penulis dihubungi oleh penjaga sekolah SLB kusumabangsa tempat penulis mengajar saat ini. Malam itu, ia menghubungi penulis dengan maksud menyampaikan pesan dari Pak Langkona, pimpinan Pondok pesantren Al-mahmud. Sebuah pesantren yang hanya sepelemparan batu dari SLB Kusuma bangsa Kendari. Adapun isi percakapan antara penulis dan sang penjaga sekolah seperti ini “Jon! Ko dicari sama pak Langkona”. Ujar sang penjaga sekolah dari ujung telephone. “Kenapa saya?” Ujar penulis merespon. “Katanya, kamu diminta untuk jadi imam di masjidnya itu pesantran” Ujar penjaga sekolah menimpali. “Begini bro, bundanya Hannan itu kayaknya takut tinggal di sana. Kedua, andai kata ini yang saya tinggali sekarang ini adalah rumah sendiri mungkin bisa. Tapi, ini rumah dikontrakkan dan kontraknya dibayarkan sama saudara.” Ujar penulis menjelaskan panjang lebar di ujung telephone. Akhirnya, pembicaraan selesai, dan pesan ...

Tragedi 15 nofember 2021 dan jawaban dari langit

Gambar
Oleh:Sujono said Hari itu, adalah hari yang tidak akan penulis lupa. Dimana, pada hari itu terjadi kedzoliman yang menimpa salah satu organ lembaga yang dilakukan oleh pimpinan secara sewenang-wenang. Jadi, kronologinya adalah seperti ini secara kebetulan ada seorang siswa di asrama putri telah berusaha mengamankan alat komunikasi di lemari. Karena, menurut hemat sang pemilik alat komunikasi ini, tidak akan mungkin dijangkau oleh siswa asrama putri yang lain yang sering menjadi pengguna alat komunikasi tersebut, untuk menelephone laki-laki di tempat lain. Hal ini, berdasar instruksi pimpinan yang juga merangkap sebagai pimpinan asrama yang berbunyi “Jangan berikan handphone kalian kepada siswa yang namanya Andin nama samaran, karena kalau ada diantara kalian yang memfasilitasi andin berkomunikasi dengan cowoknya maka yang bersangkutan akan mendapat sangsi”. Begitulah bunyi instruksi pimpinan yang juga merupakan pimpinan asrama. Walau upaya pengamanan telah dilakukan sekuat dan semam...

Awal mula munculnya gagasan lelakibiasa (GLB)

Gambar
Oleh:Sujono said Founder gagasan lelaki biasa Dulu, ketika penulis masih SMP, penulis sering mendengar para trainer, motifator, dan publik speaker termasuk para budayawan seperti Arswendo, Sujiwo tejo, dan al-marhum Prie GS. Utamanya, mereka para motifator salah satunya adalah Andrie wongso. Apa yang penulis ambil dari mereka? Ya! Yang penulis ambil dari mereka yaitu penulis sering membayangkan diri penulis mengisi seminar, disorakin, kemudian terima honor, dibelikan tiket pesawat, dibelikan soofenir, dan disewakan hotel oleh panitia. Ya! Mereka memang bagus dalam menyampaikan materi, banyak hal yang penulis dapatkan, mulai dari tips life sukses dari Andrie wongso, peningkatan etos kerja dari Jansen sinamo, dan catatan reflektif dari budayawan yang menggoda Indonesia yang mengajarkan kebijaksanaan. Ketika kuliah, penulis mencoba mewujudkan itu semua dengan banyak-banyak mengisi kelas training di komunitas yang penulis tempati bernaung dan lingkungan sekitar kosan penulis ketika menja...

Hubungan yang tidak baik-baik saja

Gambar
Oleh:Sujono said Tahun 2021, hari itu adalah hari raya idul fitri setelah kita berdamai dengan Covid. Kebetulan, penulis baru saja pulang dari ziarah keliling di rumah salah satu siswa. Secara kebetulan, rekan yang juga sekaligus senior dari penulis berkunjung ke tempat mengajar penulis yang juga merupakan tempat tinggal penulis dengan maksud untuk bersilatur-rahmi dengan penguasa katumenggungan yang juga merupakan tokoh tunanetra. Ketika sang Senior sebut saja Kak Nasra dan isterinya datang, beliau menelphone penulis dan meminta penulis bertemu di pendopo katumenggungan sambil mengobrol. Ketika penulis tiba di pendopo katumenggungan, ternyata mereka di sana sedang mengobrol dengan penguasa katumenggungan. Sesampai penulis di pendopo, sang penguasa mengobrol dengan Kak Nasra dengan obrolan seperti ini “Itu pak jon, tidak bisa diandalkan”. Selain itu, masih banyak lagi kalimat lainnya, tapi penulis tahu apa maksud tidak bisa diandalkan. Maksudnya adalah, itu pak jon tidak bisa ditundu...

Ketika isyarat itu tiba

Gambar
Oleh:Sujono said Waktu itu, tepatnya Juni hingga Juli 2021, penulis sedang liburan ke kampung halaman di Selayar. Hingga suatu malam, penulis sedang beristirahat, tetiba ditelphone oleh Kak Vina salah seorang alumni yapti yang berada di Kalimantan utara sejak sekian belas tahun yang lalu dan kebetulan juga adalah seorang guru. Akhirnya, berbicaralah penulis dengan kak Vina sebagaimana berikut. Penulis:selamat malam bu pendeta, Kak Vina:selamat malam dek. Penulis:adakah? Kala itu, istilah adakah muncul ketika anakmuda sedang gencar-gencarnya bermain sketer😊. Kakvina:adato😊 begini dek maukoka gabung di forum guru tunanetra akses (FGTA)? Penulis:mauto kak. Akhirnya, singkat cerita pembicaraan terhenti dan gabunglah penulis di group whatsapp tersebut. Setelah bergabung dalam group WA tersebut, penulis mulailah berinteraksi dengan beberapa diantara mereka. Mulai dari pak Danias barus, Ibu Aleksia Netti seorang tunanetra yang kebetulan memiliki SLB di Kalimantan timur, beserta rekan-rek...